Skip to main content

Posts

Every place has their own happines. So move forward!

Kamu tahu? Setiap tempat, mereka memiliki porsinya masing-masing untuk memberi kita kebahagiaan. Maka, jika sekiranya kebahagiaanmu di suatu tempat sudah habis, boleh jadi jatah berbahagiamu disitu sudah habis. Kalau sudah begitu, jangan diam saja. Untuk apa diam di tempat, berjalanlah! bergeraklah! Sebab kemana langkahmu berayun, disitulah tersimpan alasan untuk berbahagia. Meski begitu, akan lain ceritanya jika di setiap tempat kamu selalu menjadi orang yang paling tidak bahagia. Berarti, besar kemungkinan kebahagiaan yang ingin dibagikan oleh tempat itu adalah suatu pelajaran. Iya, pelajaran. Sebab boleh jadi, selama ini kamu kurang pandai dalam melihat kebahagiaan, atau mungkin juga kamu kurang cakap dalam mengambil peluang untuk berbahagia. Maka kemudian, tempat itu akan menjadi tempat yang tepat untuk memulai belajar berbahagia. Maka kalau sudah begini, jangan lekas pergi dari tempat itu, bermukimlah sejenak, peroleh pelajaran sebanyak mungkin, agar kemudi...

Tentang Move On #2

Sebuah alasan mudah bukan? Tapi, siapa sangka, melaksanakannya tak semudah menuliskannya. Lantas, apakah harus tetap dicoba? Tentu saja, Sebab mencobanya, sama artinya dengan memberikan kesempatan diri untuk berbahagia dengan yang lebih baik. Namun, tak begitu saja melupakan. Sebab semakin mencoba tuk melupa, Boleh jadi justeru semakin teringat. Maka mari kita sederhanakan saja. Ya, disederhanakan. Waktunya mengganti melupakan dengan mengikhlaskan. Mengapa mengikhlaskan? Sebab mengikhlaskan, sama artinya dengan memberi jeda pada hati. Jeda tuk beristirahat, Jeda untuk kembali pada posisi semula. Agar dapat bersegera bersiap meniti lembar yang baru. ~Solo, 17 Desember 2015~ Gores Pena: Arifah El-Kizai

Tentang move on #1

Move on itu... penting. Iya, penting sekali. Sebab, tidak ada satupun di dunia ini yang dapat kita genggam erat selamanya, Maka, juga tidak boleh ada yang membuat kita terus menerus bermurung diri. Move on itu.... penting. Tentu saja. Sebab, hati kita hanya satu. Namun ruang di dalamnya tak hanya satu. Jadi terlalu sayang jika hanya diisi satu orang saja. Karena disadari atau tidak, satu orang itu nanti dapat menempati ruang lebih banyak, Padahal orangtua kita, teman-teman, dan orang-orang yang membutuhkan kita, Mereka pun membutuhkan ruang Jadi, berlaku adillah! Lantas, jika harus move on, hati harus bagaimana ? Tunggu saja... Karena sejatinya, hati akan sendirinya move on ketika ia akhirnya mengerti bahwa sudah tidak ada lagi titik balik Tunggu saja... biar waktu yang menjawab Mengapa waktu? Iya, sebab dari waktu kita bisa belajar, Mana yang harus diperjuangkan, Mana yang harus dipertahankan, dan Mana yang haru diikhlaskan. ...

QS Al-Muzzammil : 20

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada diantara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mecari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang...

Syafakillah... duhai hati

Syafakillah... duhai hati Semoga sakit ini sebagai tandaNya masih mencintamu, juga tanda cemburuNya untukmu. Fii amanillah, semoga bersegera kembali istiqomah berlabuh dalam asa yang hakiki. (C) Arifah El-Kizai, 12102015

Mutlak, tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik

Kalau sekiranya segala sesuatu itu gampang, Bukankah akan semakin banyak orang yang menggampangkan? Pun, kalau sekiranya segala sesuatu itu sulit, Bukankah akan semakin banyak pula orang yang kesulitan, juga mempersulit orang lain? Memang, segala sesuatu yang terlalu mutlak gampang, ataupun mutlak sulit, memang tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik. Maka itu sebabnya, Allah ciptakan keduanya seimbang. Tidak mutlak gampang, pun sulit. Agar dengan begitu, makhluknya selalu berakhir dalam bentuk yang terbaik. Ah, kasih sayang Allah itu sungguh manis, bukan? :) (c) Arifah El-Kizai (19)_2015, 8th September

Lisan

Satu, dua, tiga kata... Mungkin pernah sesekali salah berucap, Mungkin pernah satu dua kali menyakiti, Meski mungkin maksud hati tak begitu, Meski mungkin hanya salah mengerti saja. Satu, dua, tiga kata... Mungkin pernah salah-salah kata, namun ternyata ia menghibur, Mungkin pernah sekali asal bicara, alih-alih membuat orang lain bahagia. Meski mungkin tak terancang demikian, Meski mungkin hanya tetiba berucap saja. Yah... memang begitu Lisan memang begitu,  pun kata yang terucap dari lisan begitu. Jadi... Yuk, dimulai tuk saling menjaga lisan! ^^ Agar saling terjaga, saling tak menyakiti, dan saling menghargai :) (c) Arifatul Bahirah_2015, January 21st