Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Repost

"The Way to Belief" by Ust. Felix Siauw

Bismillah... Assalamu'alaykum...  Terima kasih yang sudah request di Instagram story tempo hari  Terima kasih sudah membuat kemalasan saya menulis kembali di blog ini hilang. Maaf baru sempat upload karena beberapa hari terakhir ini saya kebetulan hectic dengan project freelance job saya sekaligus belajar untuk studi lanjut. Sehingga hanya beberapa gadget saja yang online. Kebetulan hari ini agak longgar, maka saya sempatkanlah akhirnya buka laptop. Baiklah.... berikut catatan kajian Ust. Felix Siauw di Masjid Al-Hakim BSD pekan lalu. Senin, 19 Maret 2019 @Masjid Al-Hakim Kencana Loka BSD Tema :  "The Way to Belief" source : skipprichard.com Iman = Yakin Bukti = yakin , ilmu = yakin Ingat baik-baik ! Kalau sudah ada bukti, sudah ada ilmu, pasti yakin. Nah, begitulah saya bertemu dengan Islam Dulu, waktu saya masih sekolah, pelajaran yang paling saya suka itu Biologi. Dari sini juga kemudian saya bertanya-tanya tentang manusia. Teori tent...

Yang menang, yang dewasa

image credit by : https://id.pinterest.com/explore/growing-up-quotes/ Terkadang, Hidup itu bukan masalah siapa yang paling bisa membalas, dialah yang menang. Melainkan siapa yang paling mampu mengendalikan amarahnya, ialah yang sejatinya menang. Tapi, bukan pula maksudnya harus terima jika direndahkan. Mengertilah, ini hanya soal kedewasaan. Siapa yang lebih dewasa, ialah yang paling mampu menuai pelajaran. Iya, pelajaran.... Bahwa hidup terlalu membosankan jika hanya diisi dengan balas dendam ~03112016 #Repost postingan lama di medsos lain

Merelakan, mengikhlaskan = Belajar

Duhai, merelakan dan mengikhlaskan itu sebelas dua belas. Keduanya sesama bagian dari proses belajar. Belajar memahami bahwa apabila sesuatu harus dilepaskan, maka sama artinya dengan siap untuk menerima yang lebih baik. Mengapa merelakan dan mengikhlaskan itu perlu belajar? Sebab, belajar keduanya tidak bedanya seperti belajar pada umumnya. Yang tadinya tidak bisa, perlahan bisa, kemudian bisa seutuhnya. Juga di dalamnya, ada ujian-ujian yang apabila belum berhasil, maka perlu belajar lagi. Kalau sudah berhasil, maka kemudian mudah untuk melangkah pada tahap selanjutnya. Kesemuanya itu rangkaian proses untuk menjadi baik. :) (C) Arifatul Bahirah, 07082016 #Repost images powered by : google images

Mutlak, tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik

Kalau sekiranya segala sesuatu itu gampang, Bukankah akan semakin banyak orang yang menggampangkan? Pun, kalau sekiranya segala sesuatu itu sulit, Bukankah akan semakin banyak pula orang yang kesulitan, juga mempersulit orang lain? Memang, segala sesuatu yang terlalu mutlak gampang, ataupun mutlak sulit, memang tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik. Maka itu sebabnya, Allah ciptakan keduanya seimbang. Tidak mutlak gampang, pun sulit. Agar dengan begitu, makhluknya selalu berakhir dalam bentuk yang terbaik. Ah, kasih sayang Allah itu sungguh manis, bukan? :) (c) Arifah El-Kizai (19)_2015, 8th September