Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kebermaknaan hidup

#About Life

Jika kita melihat seseorang yang begitu tangguh, kuat, dan mandiri, maka jangan lihat dia sekarang berdiri tegak di sana begitu mengagumkan. Tapi tanyakanlah, seberapa banyak hal, orang, peristiwa menyakitkan yang telah dia lewati, yang membuatnya menjadi semakin kuat. ~Tere Liye~ Iya, seringkali, perhatian dan pandangan kita hanya tertuju pada sosok mukanya saja. Tampak depan yang terlihat begitu mempesona. Padahal, boleh jadi senyum dan karismanya yang kita lihat itu ialah hasil dari kumpulan tangis, perjuangan bangkit dari titik paling rendah, juga hasil dari terseok-seoknya ia dalam menghadapi peristiwa hidup. Iya, begitu.

KKN Life : Day 2

Pagi, siang, sore, m alam J *tentatif waktu ketika anda membaca tulisan saya. Hari kedua sudah sedikit banyak terlewati. Sudah satu dua pelajaran pula yang didapat. Sejak semalam, sampai detik ini. Saya memang sampai sekarang sedang melatih diri saya untuk lebih jeli dalam melihat makna dan pelajaran kehidupan. Saya tidak mau melewatkan hari dengan zonk , dalam artian, tidak mendapatkan apa-apa. Pelajaran yang saya dapat yaitu, bersyukur. Kedengarannya klasik ya? Iya memang. Tapi kadangkala, yang ringan-ringan itulah yang seringkali terlupa. Lantas bersyukur dalam hal apa? Banyak hal. Mulai dari lokasi KKN saya yang tidak terlalu jauh dari kampus, teman-teman KKN yang bermacam-macam karakternya, rumah yang saya dan teman-teman KKN saya tinggali, sampai dengan kondisi dan situasi sekitar desa tempat saya dkk akan mengabdi. Lokasi KKN saya yang tidak terlalu jauh dari kampus membuat perjalanan menjadi tidak terlalu memakan waktu yang lama dan rute yang panjang. Mungkin...

Pepatah khalayak: Bahagia itu menular

”Janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri” ~HR. Muslim image source: http://chartcons.com/150-greatest-quotes-happy-happiness-quotes/ Pernahkah berada pada suatu posisi, dimana kita melihat teman kita atau seseorang bahagia karena suatu hal, kemudian kita pun turut tersenyum, seolah kita sedang berada pada keadaan yang sama dengan orang yang berbahagia? Padahal kita sedang tidak mengalami kejadian yang sama dengan orang yang sedang bahagia itu. Saya yakin, kita pasti sering mendengar kalimat “bahagia itu menular”, atau semacamnya. Nah, tahukah dimana letak esensi dari pepatah ini? Begini, seringkali, kita akan merasakan esensi ini ketika kita sedang marah. Kita tentu pernah berada pada situasi dimana kita merasa segalanya menjengkelkan, mengganggu, sampai akhirnya setiap sesuatu yang diucapkan atau dilakukan orang pada kita terkesan negatif. Lalu respon kita kemudian jengkel, atau marah-marah. Padahal or...

Purifying emotions 1 : Ketika semua terasa menyesakkan, menulislah!

Postingan ini sesungguhnya dilatarbelakangi dengan motif antara katarsis dan sharing. Banyak cara mungkin, yang bisa dilakukan oleh setiap orang untuk katarsis, atau istilah mudahnya, mendinginkan emosi, penat, dan lain sebagainya. Saya sering sekali survei secara random dengan teman-teman yang saya temui, terutama sesama rekan di kampus psikologi, tentang apa saja yang mereka lakukan ketika sedang penat, terasa semuanya stuck , marah, emosi tak terkendali, atau semisalnya. Kali ini mungkin, sedikit yang akan saya bahas adalah dari cara yang saya suka dan mungkin beberapa orang yang juga mirip-mirip dengan saya. Yaitu, yak... menulis.  Beberapa alasan sederhananya adalah, (atau yang setidaknya saya rasakan dan lakukan)... Sometimes, only paper will listen to you credit images : https://id.pinterest.com/pin/232076187019420561/ Kita bisa menuliskan apa saja yang kita inginkan, bebas, sesuka kita. Tulis saja semuanya. Semua kekesalan, kepenatan, mengapa ki...

Pepatah Lama : "Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai"

Pepatah Lama :  "Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai" Iya, sebab siklus hidup itu berputar. Apa yang diperbuat, ia jualah yang kelak didapat. Namun, seringkali kita terlupa.. Bahwa akan selalu ada harga yang harus dibayar dari setiap sesuatu. Ketika saat ini kita melakukan hal-hal baik, Maka kelak, kebaikan pula lah yang didapat. Pun begitu bila saat ini kita melakukan hal-hal yang buruk, Maka ketidakbaikan pula lah yang jua didapat di masa mendatang. Maka, bila sesuatu yang baik terjadi pada kita hari ini,  Boleh jadi itu tersebab perbuatan baik kita di hari kemarin. Sedang bila hari ini kita tertimpa kemalangan, Maka boleh jadi, itu tersebab sesuatu yang tak baik yang kita lakukan di hari kemarin. Iya, sebab di dunia ini, hubungan sebab akibat jelas berlaku. Dan kesemuanya itu, merupakan konsekuensi logis dari segala sesuatu. ~Arifah El-Kizai Image credit by : http://serbalanda.wordpress.com

The Power of Greeting : Sebab ukhuwah akan menjaga

Assalamu'alaykum ^^ Hi! Long time no see, rasanya sudah berbulan-bulan nggak nulis... hehe Nah..tadinya bingung mau nulis apa, lalu kemudian ketika saya menuliskan kata pertama postingan ini, langsung tetiba fix menentukan apa yang mau saya tulis disini. Dan yak, postingan kali ini Insya Allah akan membahas tentang...... Ya... The Power of "Greeting" Bermula dari ide sederhana. Ketika saya jalan-jalan pagi dengan seorang teman. Waktu itu, masih pagi sekali, kebetulan hari itu, kami tidak ada jadwal kuliah, mengingat status kami yang saat ini adalah mahasiswa tingkat akhir, bukan lagi waktunya untuk duduk manis di atas meja, mendengarkan ceramah kuliah, mencatat apa yang diterangkan dosen. Tidak, status mahasiswa tingkat akhir program studi yang saya tempuh memiliki tuntutan untuk membuka mata, hati, dan juga kepekaan batin ketika setiap kali berjalan di manapun saya berada. Belajar dari kehidupan di jalan, lantas kemudian dituangkan dalam sebuah kary...

Merelakan, mengikhlaskan = Belajar

Duhai, merelakan dan mengikhlaskan itu sebelas dua belas. Keduanya sesama bagian dari proses belajar. Belajar memahami bahwa apabila sesuatu harus dilepaskan, maka sama artinya dengan siap untuk menerima yang lebih baik. Mengapa merelakan dan mengikhlaskan itu perlu belajar? Sebab, belajar keduanya tidak bedanya seperti belajar pada umumnya. Yang tadinya tidak bisa, perlahan bisa, kemudian bisa seutuhnya. Juga di dalamnya, ada ujian-ujian yang apabila belum berhasil, maka perlu belajar lagi. Kalau sudah berhasil, maka kemudian mudah untuk melangkah pada tahap selanjutnya. Kesemuanya itu rangkaian proses untuk menjadi baik. :) (C) Arifatul Bahirah, 07082016 #Repost images powered by : google images

Sibuk? Kacau? Periksa interaksi kita dengan Al-Qur'an

 image powered by: quotesgram.com Kalau suatu hari kamu nggak sempat muroja'ah karena sibuk ujian. Kalau suatu hari kamu nggak sempat menambah hafalan karena sibuk organisasi, atau kesibukan lainnya. Percayalah... Bukan karena kamu sibuk, atau kamu nggak sempat membaca Al-Qur'an, tapi... Gara-gara nggak baca Qur'an, pikiranmu sibuk, Gara-gara nggak baca Qur'an, perasaanmu sibuk, Gara-gara nggak baca Qur'an, struktur atomistik kamu kacau. Justeru setelah baca Qur'an, kamu jadi nggak sibuk. Ketika saya sibuk dan tak sempat membaca Qur'an, ini berbahaya.  Keputusan yang saya ambil, langkah-langkah yang saya jalani, sesuatu yang saya lihat, semuanya tidak terbimbing dengan petunjuk-Nya ~Ust. Bachtiar Nasir Kutipan ini didapat dari akun media sosial seorang adik. Kutipan ini, ibarat sebuah pukulan telak rasanya. Iya! Betul! Sebab memang kalau kita tidak menyibukkan diri dengan aktivitas ukhrowi, maka kita akan disibukkan dengan ...

QS Al-Muzzammil : 20

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada diantara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mecari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang...

Syafakillah... duhai hati

Syafakillah... duhai hati Semoga sakit ini sebagai tandaNya masih mencintamu, juga tanda cemburuNya untukmu. Fii amanillah, semoga bersegera kembali istiqomah berlabuh dalam asa yang hakiki. (C) Arifah El-Kizai, 12102015

Mutlak, tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik

Kalau sekiranya segala sesuatu itu gampang, Bukankah akan semakin banyak orang yang menggampangkan? Pun, kalau sekiranya segala sesuatu itu sulit, Bukankah akan semakin banyak pula orang yang kesulitan, juga mempersulit orang lain? Memang, segala sesuatu yang terlalu mutlak gampang, ataupun mutlak sulit, memang tidak berakhir dalam bentuk yang terbaik. Maka itu sebabnya, Allah ciptakan keduanya seimbang. Tidak mutlak gampang, pun sulit. Agar dengan begitu, makhluknya selalu berakhir dalam bentuk yang terbaik. Ah, kasih sayang Allah itu sungguh manis, bukan? :) (c) Arifah El-Kizai (19)_2015, 8th September

Lisan

Satu, dua, tiga kata... Mungkin pernah sesekali salah berucap, Mungkin pernah satu dua kali menyakiti, Meski mungkin maksud hati tak begitu, Meski mungkin hanya salah mengerti saja. Satu, dua, tiga kata... Mungkin pernah salah-salah kata, namun ternyata ia menghibur, Mungkin pernah sekali asal bicara, alih-alih membuat orang lain bahagia. Meski mungkin tak terancang demikian, Meski mungkin hanya tetiba berucap saja. Yah... memang begitu Lisan memang begitu,  pun kata yang terucap dari lisan begitu. Jadi... Yuk, dimulai tuk saling menjaga lisan! ^^ Agar saling terjaga, saling tak menyakiti, dan saling menghargai :) (c) Arifatul Bahirah_2015, January 21st 

Kata bijak tentang hari ini, dan esok

Tenggelamnya matahari di ufuk barat bukanlah pertanda hidup kita berakhir hari ini, setuju? Yah, setidaknya masih ada hari esok untuk kita memperbaiki diri dan hari untuk menjadi lebih baik dan sebaik mungkin yang kita bisa  ~Arifah El-Kizai _ 18 Oktober 2014

Hidup, ialah amanah

Terheran sendiri, Kala itu.... seorang dosen berdiri di depan kelas, Belum, beliau belum memberikan materi kuliah, Terdahulu beliau bercerita... "Sebelumnya maaf saya tidak bisa datang tepat waktu untuk mengajar di kelas anda, karena di perjalanan saya dari Jogja menuju ke sini, kereta saya kena delay  dari stasiun sana. Dan ternyata, saya terkejut mendengar satu hal yang menyebabkan kereta saya delay , yaitu... ADA SESEORANG YANG MENCOBA MELAKUKAN BUNUH DIRI dengan menabrakkan diri ke kereta yang sedang berjalan, dan itu berhasil, orang tersebut meninggal dunia" Aku Terkejut, tidak...tidak hanya aku saja yang terkejut, aku dan teman-teman di ruangan itu seluruhnya terkejut, tidak ada yang tidak. Sungguh, jikalah orang itu masih hidup.. Dibanding aku ingin bertanya "Kenapa anda ingin bunuh diri?" Rasanya aku lebih ingin mengajaknya bicara saja, ingin mendengarnya bercerita..tentang bagaimana ia menjalani hidup. Tapi, toh kematian sepe...