Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #30DaysWritingChallenge

Jangan sampai...

Jangan sampai... Yang paling menghargai kita, justru tak kita hargai. Yang paling mengerti kita, justru kita menggampangkan pengertiannya. Yang paling menyayangi kita, justru kita sibuk menyayangi yang lain. Iya, jangan sampai.

Menjadi ma'mum beradab: Sebuah nasihat bersama

Jika suatu kali mengikuti sholat berjama'ah, Lalu kemudian sang imam terbata, sesekali atau seringkali terlupa akan ayat yang dibacanya, Maka kita sebagai ma'mum.. Janganlah mengkritiknya seusai sholat, Pun kita, tidak usahlah mengomentari kekurangannya,  Terlebih membicarakan tentang pantas atau tidaknya seseorang menjadi imam. Pahamilah, menjadi imam itu tak mudah. Sungguh tak mudah. Tak jarang bukan, ketika sholat berjama'ah, Ketika diminta menjadi imam,  Kita tidak mau, Alih-alih justru mengajukan orang lain. Pahamilah, setiap seseorang yang menjadi imam itu, ia tetap pada hakikatnya manusia. Ia, punya rasa gugup. Ia, tentu sangat gugup pabila bacaannya tersendat. Juga ia, tentu punya rasa bersalah kerana tak dapat mengimami ma'mumnya dengan baik dalam beribadah. Jadi, sungguh akan menjadi sesuatu yang indah, Jika kita saling menghargai. pun memahami. Rasa menghargai dan memahami itu, mudah memang tuk diucap, Meski meman...

#About Life

Jika kita melihat seseorang yang begitu tangguh, kuat, dan mandiri, maka jangan lihat dia sekarang berdiri tegak di sana begitu mengagumkan. Tapi tanyakanlah, seberapa banyak hal, orang, peristiwa menyakitkan yang telah dia lewati, yang membuatnya menjadi semakin kuat. ~Tere Liye~ Iya, seringkali, perhatian dan pandangan kita hanya tertuju pada sosok mukanya saja. Tampak depan yang terlihat begitu mempesona. Padahal, boleh jadi senyum dan karismanya yang kita lihat itu ialah hasil dari kumpulan tangis, perjuangan bangkit dari titik paling rendah, juga hasil dari terseok-seoknya ia dalam menghadapi peristiwa hidup. Iya, begitu.

KKN Life : Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN Blangu 1, 2, 3

“There’s always something to be learned whenever you step your foot into anywhere” ~Arifah El-Kizai~ Senin, 23 Januari 2017             Selamat Hari Senin! Hari pertama kami melakukan sosialisasi PHBS di SDN 1 Blangu! Meskipun tak pada hari itu juga saya menuliskan bagaimana sensasinya melewati hari itu, masih terbayang sampai sekarang ketika saya menuliskannya saat ini. Kali pertama saya dan teman-teman KKN Blangu masuk ke lingkungan sekolah, adik-adik di SD ini langsung saja berlarian menghampiri kami. Salaman dengan setiap dari kami, sedang satu dua yang hari-hari sebelumnya telah ikut bimbingan belajar di posko kami salaman sambil menyapa dengan wajah-wajah imut mereka, ”Eh, ketemu lagi sama mbaknya sama masnya KKN. Hihihi”             Sosialisasi PHBS di 3 SD ini, masing-masing kami lakukan dengan metode dan teknis yang berbeda-beda. Tergantung fasilitas dan kar...

A game called UNO

Pagi, siang, sore, malam… *silahkan sesuai waktu anda membaca postingan ini J Pernah tau UNO? Mainan kartu yang sedang hits-hitsnya itu lho. Atau lebih tepatnya, permainan kartu yang entah sedari dulu yang saya perhatikan selalu menjadikan sesiapa yang memainkannya addicted a.k.a ketagihan, jadi mau kapanpun dimainkan, saat itu juga permainan ini menjadi trendsetter . image source: http://www.imore.com/uno-app-store   Yang ingin saya bahas disini sebetulnya bukan dari sisi bagaimana UNO menjadi trendsetter , melainkan efek dari permainan ini saendiri. Begini, permainan ini sebenarnya jika dimainkan, wah, seperti tidak ada habisnya. Baru akan berhenti bila pemainnya sudah merasa bosan (yang entah kapan rasa bosan itu datang). Di dalamnya tidak hanya sebatas main kartu, menaruh kartu dengan warna atau angka yang sama saja, tetapi ada pula kartu kosong yang boleh diisi berupa hukuman. Kalau selama saya KKN ini sih, ketika dapat kartu kosong begini, biasanya diisi dengan...

Sebuah nasihat klasik

image source: http://prosperityedwell.com/treating-family-system/ Kemanapun kita pergi, seberapa jauh perginya, dan berapapun durasi perjalanan yang harus ditempuh.. Rumah dan keluarga selalu menjadi tempat terbaik untuk mereset ulang semua kepenatan, pun memperbaharui senyum semangat. ~Salam senyum semangat dalam cinta dan harmoni dari saya untuk sesiapapun yang setuju dengan statement ini ^^

The blessing that can't be counted

One speaks two, two to three, three to four, And anything goes. It doesn’t matter who speaks to whom, Where does the joy spread. When does the love starts. The one thing that we know is that when everything goes right, So that's all our day would be like. Yesterday, now, tomorrow, and always gonna be like that. Thank you, for coming to light up my world Thank you, for waking me up in the corner of the gloomy autumn. Thank you, for every smile you shared to brighten my day. Thank you, my beloved everyone. #Blangu, 24th January

Change when it needed, change when we have to

image supported by google images Everybody changes, When we need to, When we have to, No matter what, No matter how. Once in a while, a random situation comes in a different way. It doesn't matter what do we do, It doesn't concern whether we want it or not When it already comes, That's all what we're going to face. But, if we think it twice, Later on, let's just take minutes for one or two, Probably, that's what actually we need Probably, that's what we actually do in order to level up ourselves. And perhaps, if it's not like that, We're not going to learn things through. We're not going to know what we actually need to be done. That's why, let's try to be more grateful! So that we will be the better human being. #Sragen, 2017, January 20th  #Part of KKN Life

Tentang Waktu

image source : en.wikipedia.org Berkali-kali, aku dibelajarkan tentang waktu. Tentang bagaimana ia ada, Bagaimana ia memuat butir-butir sketsa memori, Bagaimana ia berlalu, Pun bagaimana seharusnya aku bersua dengannya. Berulang kali, kehidupan mengajariku tentang waktu. Tentang bagaimana selama ini aku menaruh guna padanya, Bagaimana ia berlalu berkali-kali tanpa makna, Bagaimana kemudian aku akan menyesalinya. Pun bagaimana seharusnya aku tak acuh begitu saja. Duhai, kian hari kian tahun menapaki titian hidup, Kemana saja kiranya aku melangkah kaki? Hingga barulah saja terjejak sebuah peringatan. Bahwa hidup ini belum tentu sampai esok, lusa, pun keesokan lainnya. #Blangu, 19 Januari 2017 #KKNLife

Tenang saja

Setiap dari kita, memiliki waktunya masing-masing untuk kapan saatnya dipertemukan tiba. Setiap dari kita, memiliki ketetapannya masing-masing untuk dipertemukan dengan sesiapa. Memilih dan menentukan itu, tak sederhana. Seraya menunggu waktunya tiba, Kita masih bisa duduk-duduk bersahaja.  Memperhatikan, memilih, apakah layak untuk dipertahankan, Lantas menentukan mana yang harus diperjuangkan.

#Tentang Hati

Kalau, Yang diinginkan terjadi belum juga terjadi, Maka ayuk bersabar dulu, Karena boleh jadi, yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Kalau, Yang diinginkan datang belum juga datang, Maka mari bersiap diri, Karena bisa jadi, yang diinginkan datang ingin menjemput yang sudah bersiap. Pun kalau, Yang kemarin singgah dalam hati belum juga pergi. Maka mari belajar mengikhlaskan, Karena mungkin saja, yang kemarin singgah sebagai pengingat bahwa hati hanya boleh bermuara kepada-Nya.

#Tentang Hidup

Mudah saja,  Tidak usah sulit-sulit menetapkan standar. Cukup realistis pada apa yang harus dilengkapi, pun apa yang dapat kita lengkapi. Toh, pada akhirnya, jika kita tidak mendapatkan yang "ada apanya", maka yang kita dapat yang "apa adanya". Karena hidup ini memang tidak menciptakan kita tanpa kekurangan. Selalu ada saja yang butuh untuk dilengkapi, Pun selalu ada saja yang dapat kita lengkapi.

KKN Life : Day 6, sebuah catatan

Selamat malam. Asa yang terbendung itu, akhirnya tertunaikan sudah. Mengurai sukma, merajuk harmoni. Tiba waktunya untuk bergegas, bersua dalam kehangatan hadir, Bertajuk cita dan cinta dalam melodi nurani. Selamat hari Minggu! Hari libur, sepertinya memang tepat untuk dijadikan kesempatan me -recharge­ semangat ya? Iya, tak beda dengan saya dan kawan-kawan yang sedang KKN. Hanya saja, dengan cara yang sedikit berbeda. Recharge semangat kami hari ini terpenuhi dengan senyuman adik-adik yang belajar di posko kami. Mulai dari datang dan berdiri di depan pintu rumah Pak Bayan yang menjadi posko kami, lalu senyum malu-malu seraya mengucap “Mbak… Mau bimbel” Wah… senyumnya ituuu, minta dibawa pulang ke solo deh adeknya. Hihi. Kami sebetulnya cukup kaget, program bimbel kami sesungguhnya baru akan mulai minggu depannya. Sedangkan ini, hanya sehari setelah kami mensosialisasikan program bimbel ke SD –SD sekitar desa saja sudah banyak adik-adik yang berdatangan. Posko kami...

“Kau yang Hadir dalam Gugur”

Gores Pena : Arifatul Bahirah image by:  http://freedesignfile.com/87560-hands-and-red-heart-vector/ Engkau, tidak tahu bukan? Setiap kata yang terucap dari lisan itu Sempurna menyusup dalam hati Seraya berbisik h arap ,  kaulah imamnya Kau, tentulah tidak tahu bukan? Sekeranjang kata bunga dari lisan itu Elok sudah membungkus hati ini rapi Seraya menelisir dalam fikir, sepertinya memang kaulah imamnya. Tapi, tabir engkau hilang di tetiba waktu Meninggalkan bisik harap pun fikir tak bertuan Hingga gugur sudah, Bunga hati yang sempat terkira imamku. Pun tapi, kau tahu? Bunga itu, tergugur indah Tak berhias tangis, pun sesal Hanya sesingkat berkata Terima kasih, duhai hati pertamaku

Tentang Sabar

Diawali dengan quote seperti di gambar, rasa-rasanya arah postingan kali ini sudah tertebak ya? Memuhasabah diri kembali untuk meningkatkan kesabaran kita. Kedengarannya klise mungkin ya? Tapi kenyataannya, melakukannya dalam keseharian kita jelas tidak semudah menuliskannya dengan kata-kata. Kenyataannya, melakukannya tentu berlipat-lipat kali memerlukan ikhtiar dan latihan yang porsinya tidak biasa. Tapi kabar baiknya, kita bisa mulai melakukannya dengan bertahap, dimulai dari yang paling mudah, kemudian levelling . Levelling- nya sendiri biasanya kita alami secara tidak sadar. Sebab ujian sabar itu sering mendadak. Contoh mudahnya saja, ketika kita meminta orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Tapi kemudian, kinerjanya tidak sesuai yang kita harapkan. Kecewa ya rasanya? Atau mungkin, tidak hanya kecewa saja. Menyesal mempercayai orang yang salah, marah-marah, itu mungkin sekali kita rasa ataupun lakukan. Betapa tidak, kita sudah capek-capek ”menginvestasikan” kepercay...

Sometimes, It's better to be alone

http://quotesblog.net/tag/alone-quotes/ Kalau seseorang pergi untuk menyendiri, mungkin hanya dirinya dan Rabb-nya lah yang mengerti alasan ia menjadi demikian. Tapi bagi kita, orang luar yang jelas tidak mengetahui sesuatupun alasannya, tak perlu sampai mati-matian memintanya untuk memberitahu kita tentang ada apa gerangan dengannya. Cukuplah dengan bertanya "ada apa denganmu?" tanpa mengharapkan jawaban apapun. Sebab kemungkianan vesar jawaban darinya adalah "aku baik-baik saja". Karena mau bagaimanapun, ada kalanya masing-masing kita hanya membutuhkan waktu untuk diam, menyendiri, dan memikirkan segala sesuatu halnya. Iya, begitu.

KKN Life : Day 2

Pagi, siang, sore, m alam J *tentatif waktu ketika anda membaca tulisan saya. Hari kedua sudah sedikit banyak terlewati. Sudah satu dua pelajaran pula yang didapat. Sejak semalam, sampai detik ini. Saya memang sampai sekarang sedang melatih diri saya untuk lebih jeli dalam melihat makna dan pelajaran kehidupan. Saya tidak mau melewatkan hari dengan zonk , dalam artian, tidak mendapatkan apa-apa. Pelajaran yang saya dapat yaitu, bersyukur. Kedengarannya klasik ya? Iya memang. Tapi kadangkala, yang ringan-ringan itulah yang seringkali terlupa. Lantas bersyukur dalam hal apa? Banyak hal. Mulai dari lokasi KKN saya yang tidak terlalu jauh dari kampus, teman-teman KKN yang bermacam-macam karakternya, rumah yang saya dan teman-teman KKN saya tinggali, sampai dengan kondisi dan situasi sekitar desa tempat saya dkk akan mengabdi. Lokasi KKN saya yang tidak terlalu jauh dari kampus membuat perjalanan menjadi tidak terlalu memakan waktu yang lama dan rute yang panjang. Mungkin...

KKN Life : Day 1

Assalamu’alaykum, Tak terasa ya, #30DaysWritingChallenge sudah masuk hari ke-10. Berarti tinggal 20 hari tersisa ya? Oke, untuk hari ke-10 ini, kebetulan bertepatan dengan hari pertama KKN life saya dimulai. Jadi, saya berencana untuk memasukkan jurnal harian kegiatan KKN life saya dalam postingan writing challenge ini. Yang berarti, mungkin mulai dari hari ini, postingan saya akan dipenuhi dengan curhatan tentang apa yang saya lakukan setiap harinya. *Mungkin ya, mungkin. Hehe :P Mungkin, kalau sedang luang, Insya Allah saya sempatkan untuk dalam satu hari menulis 2 postingan sekaligus, satu tentang curhatan harian, dan atau satu lagi artikel Free Talk seperti biasa. Baiklah… langsung saja, berikut saya paparkan agenda kegiatan KKN Life saya di hari pertama ini.. Jam 6 pagi, para mahasiswa yang mau ikut KKN (termasuk saya) diharuskan untuk berkumpul di tempat bis parker dan memasukkan barang-barang bawaan selama KKN. Kebetulan bis yang menuju lokasi KKN saya di Srage...

Yang Lebih Indah

Gores Pena: Arifatul Bahirah image copyright: http://ericbrown.com/whats-difference-business-intelligence-big-data.htm Kamu, tentu pernah tahu Pertemuan dua insan, terwujud sebab kesamaan Iya benar, memang begitu awalnya Pun begitu dengan pertemuan kita pada kali pertama Asa yang sama, terajut dalam satu jua Janji kita yang sesama terukir di masa itu, Seolah terhimpun dalam bejana berbunga, Ah, sungguh indah bukan? Tapi, kian detik kian hari di pelayaran bahtera Nyatanya pertengkaran kita pun tak teringkari pula Seakan kita telah salah tuk mengerti, bahwa sama tak berarti padu Tapi hey sayang, secercah makna tersisip masuk dalam benak, seraya berkata, Berbeda bukan maksud memisahkan Sebab ia, saling melengkapi, pun menguatkan Ah, iya benar, beginilah yang lebih indah (c) Arifah El-Kizai_Solo, Central Java